This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 01 November 2017

MEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI







SUMBER : https://www.google.co.id


A.    Husnuzhan
1.      Pengertian husnuzhan
Menurut etimologi( bahasa) husnuzan yaitu berbaik sangka, sedangkan secara istilah husnuzhan diartikan berbaik sangka terhadap segala ketentuan dan ketetapan Allah yang di berikan kepada manusia. husnuzhan kepada allah maksudnya berbaik sangka terhadap apa saja yang dikehendaki dan ditakdirkan oleh allah. Manusia tidak boleh berburuk sangka kepada allah. Sebab allah adalah dzat yang maha bijaksana terhadap hambanya. Allah tidak akan berbuat semena-mena terhadap hambanya sendiri. Semua keputusan dan ketetapan allah adalah yang terbaik bagi makhluk-nya.
Sikap husnuzhan kepada allah harus selalu ditunjukkan meskipun seseorang mengalami kegagalan. Memiliki anggapan bahwa allah tidak ada, tidak sayang, kejam, pilih kasih merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Orang yang berburuk sangka kepada allah adalah orang-orang yang lemah imanya dan tidak pandai memahami hikma allah.
Orang yang memiliki husnuzhan kepada allah akan bersikap ikhlas jika menerima takdir, tidak membenci allah, merasa bersyukur atas nikmat allah, sabar atas cobaan dari allah, bertawakkal kepada allah, selalu berusaha keras mencapai tujuan.
2.      Husnuzhan kepada allah
Husnuzan terhadap Allah artinya menerima semua yang menjadi takdir dan keputusan Allah. Manusia adalah hamba allah yang harus selalu tunduk dan setia kepada allah swt. Manusia tidak boleh berburuk sangka (suuzhan) kepada allah namun harus husnuzhan kepada allah. Sebab hidup ini berada dalam genggaman allah. Apapun yang dikehendaki allah pasti terjadi dan terbaik bagi makhluknya.
Wujud dari sikap dan perilaku husnuzhan kepada allah itu antara lain:
a.       Selalu mensyukuri nikmat dari allah meskipun sedikit
b.      Bersabar apabila tertimpa musibah atau kesulitan
c.       Tabah dalam menerima kegagalan
d.      Berusaha dengan keras mencapai keberhasilan
e.       Berserah diri kepada allah
f.       Selalu beribadah kepada allah dalam suka dan duka
g.      Bersikap qanaah terhadap pemberian allah
h.      Optimis dalam menghadapi hidup ini
i.        Tidak mudah mengeluh
j.        Tidak mudah putus asa
3.      Husnuzhan terhadap diri sendiri
Husnuzhan terhadap diri sendiri adalah berperasangka baik terhadap dirinya sendiri. Apa saja yang ada pada diri sendiridapat diterima dengan baik, dengan ikhlas, tidak mengeluh, tidak merasa kurang. Sikap ini dilandasi oleh keyakinan bahwa apa saja yang diberikan allah adalah yang terbaik pada diri kita .
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menemukan sebagian orang yang merasa tidak puas dengan keadaan dirinya sendiri. Misalnya merasa ukuran tubuhnya tidak ideal, warna kulit tidak serasi, hidungnya kurang mancung, matanya kurang indah, rambutnya kurang bagus dan sebagainya.
Sikap yang demikian itu menunjukkan ketidak puasan terhadap nikmat pemberian allah. Disamping itu juga dapat diartikan tidak adanya rasa syukur atas karunia allah. Tidak husnuzhan terhadap diri sendiri. Pada hal semua yang di ciptakan allah pada diri kita tentulah yang terbaik bagi kita. Tidak ada sesuatu yang buruk dari ciptaan, sebagaimana firman allah:
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.( Qs. Ali imron: 191 )
Wujud sikap husnuzhan terhadap diri sendiri antara lain:
  1. Mensyukuri nikmat allah atas keadaan diri sendiri
  2. Tidak suuzhan kepada allah
  3. Menjaga dan merawat jasmani dan rohani dengan baik
  4. Memanfaatkan potensi diri sendiri
  5. Percaya diri
  6. Merasa cukup atas pemberian allah
  7. Tidak sombong dan tinggi diri
4.      Husnuzhan terhadap sesama manusia
Allah swt menciptakan manusia dalam berbagai suku bangsa dengan tujuan agar saling mengenal. Dengan saling mengenal antar sesama manusia akan dapat diketahui kelebihan dan kekurangan masing- masing. Perhatikan firman allah sebagai berikut.
Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.( Qs. Al- hujurat : 13 )
Husnuzhan terhadap sesama merupakan sikap berperasangka baik terhadap sesama atau orang lain. Memandang bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Husnuzhan terhadap sesama manusia juga mengandung arti tidak berperasangka buruk, curiga pada orang lain, menganggap orang lain lebih renda dan hina serta pandangan negatif yang lain. Padahal belum tentu orang yang dianggap buruk itu lebih renda dari diri kita. Bisa jadi orang yang selama ini kita anggap buruk justru lebih baik dan mulia dari kita dalam pandangan allah. Sebab orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertakwa.
Husnuzhan dapat mendorong seseorang bersikap lapang dada, ikhlas, adil, menghargai orang lain. Sebaliknya sikap suuzhan akan menjadikan seseorang selalu curiga, sombong, ghiba, namimah, fitnah dan permusuhan.
Wujud dan sikap perilaku husnuzhan terhadap sesama manusia antara lain:
  1. Berperasangka baik kepada sesama manusia
  2. Tidak suka mencurigai orang lain
  3. Menghargai orang lain
  4. Menghormati orang lain
  5. Mengakui kelebihan orang lain
  6. Adil dalam menilai orang lain
  7. Tidak suka ghibah, namimah, dan fitnah
5.      Nilai positif Husnuzhan
Sikap husnuzhan akan melahirkan keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia adalah berasal dari allah. Sedangkan keburukan yang menimpa manusia disebabkan karena dosa dan kemaksiatan manusia itu sendiri. Tidak seorang pun bisa lari dan menghindar dari takdir yang telah ditetapkan Allah.
Manusia tidak akan sampai pada sesuatu yang bisa membuat hatinya tenang secara hakiki kecuali jika ia mau mengikuti petunjuk-petunjuknya dan meninggalkan segala bentuk laranganya secara totalitas, disamping itu ia harusmampu melakukan tindakan prefentif terhadap pembahasan yang mendalam tentang masalah yang meragukan imannya, seperti membicarakan tentang dzat tuhan. Ketenangan hati akan cepat dicapai, manakalah kita mau menjadikan perintah-perintah syari’at sebagai petunjuk untuk menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah swt. Serta ridha terhadap sesuatu yang tidak dipahaminya. Ada beberapa hikmah yang dapat dipetik dari sikap husnuzhan antara lain:
1)      Melahirkan kesadaran bagi manusia, bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berjalan sesuai dengan aturan dan hukum yang telah ditetapkan dengan pasti oleh Allah
2)      Mendorong manusia untuk beramal dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan mengikuti hukum sebab akibat( sunatullah) yang berlaku dan ditetapkan Allah
3)      Mendorong manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah yang kekuasaan-Nya bersifat mutlak dan kehendak yang mutlak juga, di samping memiliki kebijaksanaan, keadilan, dan kasih sayang kepada makhluk-Nya
4)      Menumbuhkan sikap tawakkal dalam diri manusia, karena menyadari bahwa manusia hanya bisa berusaha dan berdoa sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah sebagai dzat yang menciptakan dan mengatur kehidupan manusia
5)      Sikap husnuzhan membuat jiwa menjadi tenang dan tentram, karena meyakini apapun yang terjadi adalah atas kehendak Allah.
6.      Membiasakn sikap husnuzhan
Dalam realita kehidupan, cukup banyak manusia yang justru mempunyai pikiran dan keinginan yang berbeda dengan tuntunan yang benar. Keinginan manusia yang berbeda atau bertolat belakang dengan kehendak Allah. Manusia cenderung mengikuti hawa nafsunya dan sering tanpa ia sadari muncul pikiran dan tingka laku yang dirasakan benar namun justru tidak dibenarkan dalam agama. Sebagai contoh ia mengeluh kepada Allah dengan ucapan ya Allah mengapa saya sudah rajin sholat, tetapi rezki yang kami harapkan tidak juga kau tunjukkan, sikap semacam ini akan melahirkan sikap su’udzan kepada Allah. Karena itu apabila tidak segera dicarikan jalan keluar dengan cara merubah keinginan manusia untuk disesuaikan dengan kehendak Allah, maka akan melahirkan malapetaka dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Manusia harus berhusnuzhan bahwa Allah hanya memberikan apa yang terbaik bagi hambanya. Jangan mencari jalan lain yang hanya memuaskan nafsu sesaat, tetapi melupakan kebenaran yang akan membawa keselamatan.

B.     Tobat
1.      Pengertian tobat
Kata taba yang darinya terbentuk antara lain kata taubat, pada mulanya berarti “ kembali”. Orang bertobat kepada allah adalah orang yang kembali dari sesuatu menuju sesuatu; kembali dari sifat-sifat tercelah menuju sifat yang terpuji, kembali dari larangan allah menuju perintah-Nya, kembali dari maksiaat menuju taat, kembali dari segala yang dibenci allah menuju yang diridhai-Nya, kembali dari saaling bertentangan menuju saling menjaga persatuan, kembali kepada allah setelah meninggalka-Nya dan kembali taat setelah melanggar laranga-Nya. Dalam ayat dibawah ini pelaku dari kata “ kembali” adalah Allah swt sendiri. Sekian banyak ayat al-Qur’an yang berbicara tentang tobat (kembali-nya) Allah, antara lain surat al-ahzab ayat 73:
Artinya: “sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(Qs.Al-Ahzab:73)
Dari sini dapat dikatakan bahwa baik tuhan maupun manusia keduanya “ kembali”. Dalam hal ini, agaknya ingin digambarkan adalah bahwa pada prinsipnya dan mulanya manusia berada dalam posisi yang sangat berdekatan dengan tuhan. Namun, apabila ia melangka, maka ia telah melangkah menjauhinya dan tuhanpun melangkah menjauh darinya. Apabilah manusia menyadari kesalahanya, bertekat untuk tidak mengulanginya serta memohon ampun dari Allah, maka pada saat itu ia dinamai bertobat atau “ kembali” menuju posisi semula.
Sedangkan menurut pendapat para ulama yang dimaksud tobat adalah membersihkan hati dari segalah dosa. Pendapat yang lain mengatakan bahwa tobat adalah meninggalkan keinginan untuk kembali melakukan kejahatan seperti yang telah pernah dilakukunya karena membesarkan allah swt dan menjauhkan diri dari kemurkaanya.
2.      Bentuk dan contoh tobat
Dosa manusia itu tidak hanya kepada allah, tetapi dosa itu bisa kepada sesama manusi. Dosa kepada allah seperti; meninggalkan shalat, meninggalkan puasa, dan kewajiban yang lain. Dosa kepada sesama manusia seperti, meninggalkan zakat, membunuh jiwa, merampas harta dan mencaci orang lain.
Dosa kepada Allah amat mudah bagi kita untuk bertobat yaitu dengan cara 1). Memohon ampun kepada allah 2). Ada rasa penyesalan yang mendalam dan 3) niat yang kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa itu. 
Berbeda dengan jika dosa itu terkait dengan hamba atau manusia yang lain, maka proses tobat atau pengampunan itu lebih berat, seperti didasarkan oleh rasulullah SAW.
Artinya : “ Catatan itu tiga yaitu catatan yang di ampuni, dan catatan yang tidak di ampuni dan catatan yang tidak ditinggalkan. Catatan yang di ampuni adalah dosa-dosa hamba, antara mereka dan Allah. Adapun catatan yang tidak di ampuni adanya menyekutukan Allah. Adapun catatan yang tidak ditinggalkan adalah perbuatan-perbuatan aniyaya yang dilakukan oleh hamba.” ( HR Ahmad dan al- Hakim dari hadits Aisyah r.a)
Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk tobat itu amat tergantung dengan dosa yang dilakukan.
Selain itu, bentuk dan contoh tobat sangat tergantung pula dengan jenis dosa yang dilakukan. Para ulama ada yang membagi dosa itu kedalam dosa besar dan dosa kecil, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa tidak ada dosa kecil maupun dosa besar, bahkan setiap menyalahi allah, maka itu adalah dosa besar. Namun ini pendapat yang lemah, karena Allah SWT berfirman
“ Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”. ( Qs an-Nisaa’:31)
Tobat bukan hanya sekedar sarana penghapus dosa, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Allah swt. Karena itu, sekalipun tidak berdosa, namun tetap diperintahkan untuk bertobat. Ini artinya tobat hukumnya wajib bagi setiap mukmin, Oleh karena itu sekalipun Rasulullah saw sudah terpelihara dari dosa, tetapi bertobat dan mintak ampun kepada allah swt, tidak kurang dari 70 kali dalam sehari semalam.


3.      Tata cara untuk bertobat
Untuk melakukan tobat yang sempurna, seseorang yang bersalah harus memenuhi lima tahapan: menyadari kesalahan, menyesali kesalahan, memohon ampun kepada allah, berjanji tidak akan mengulanginya, menutupi kesalahan masa lalu dengan amal sholeh
1)      Menyadari kesalahan: karena seseorang tidak mungkin bertobat kalau dia tidak menyadari kesalahanya atau tidak merasa bersalah. Disini perlunya seorang muslim mempelajari ajaran islam, terutama tentang perintah yang wajib diikutinya dan larangan yang wajib ditinggalkanya. Dan di sini pulalah pentingnya saling ingat mengingatkan sesama muslim (wa tawashau bi al-haq)
2)      Menyesali kesalahan: Sekalipun seseorang tahu bahwa dia bersalah tetapi dia tidak menyesal telah melakukanya maka orang tadi belumlah dikatakan bertobat. Apalagi kalau dia bangga dengan kesalahanya itu. Dalam hal ini rasulullah bersabda “ Menyesal itu adalah tobat.” (H.R. Abu Daud dan al-Hakim)
3)      Memohon ampun kepada Allah (istighfar); dengan keyakinan atau husnuzhan bahwa allah swt akan mengampuninya. Semakin banyak dan sering seseorang mengucapkan istihfar kepada Allah swt semakin baik. Di atas sudah disebutkan hadits yang menyatakan bahwa sekalipun rasulullah saw tidak melakukan kesalahan atau kemaksiatan tetapi beliau tetap banyak istihfar , bahkan sampai seratus kali sehari. Rasulullah saw bersabda: “ Tidak ada dosa yang besar dengan istihfar, dan tidak ada dosa yang kecil kalau di ulang-ulang”. ( H.R. at-Thabrani)
4)      Berjanji tidak akan mengulanginya; janji itu harus keluar dari hati nuraninya dengan sejujurnya, tidak hanya di mulut, sementara di dalam hati masih tersimpan niat untuk mengerjakan dosa itu sewaktu-waktu. Tobat seperti ini diibaratkan dengan tobat sambal, waktu kepedasan menyatakan “ kapok” tetapi esoknya di makan lagi. Betapapun kecilnya dosa itu, tapi kalau dikerjakan berulang-ulang tentu lama-lama akan menjadi gunung dan kualitasnya sama dengan dosa besar.
5)      Menutupi kesalahan masa lalu dengan amal sholeh, untuk membuktikan bahwa dia benar-benar telah bertobat. Firman Allah swt:
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar ( Q.S. Thaha/20: 82)
Jika seseorang hendak bertobat dan ingin doanya bermanfaat baginya, maka dia harus membersihkan hatinya. Dia harus menciptakan kondisi adanya rasa takut, harap-harap cemas, khudhu’ dan tunduk di hadapan Allah. Keadaan yang demikian ini akan muncul jika pengenalan terhadap Allah semakin mendalam.
4.      Macam tobat
Tobat itu dapat dibagi dalam beberapa macam,yaitu:
  1. Tobat, yaitu kembali dari kejahatan kepada ketaatan karena takut akan mendapat siksa Allah swt. Allah berfirman dalam surat an-Nur ayat 31
  2. Inabat, yaitu kembali dari yang baik kepada yang lebih baik karena mengharap pahala.
  3. Awbah, yaitu orang-orang yang bertobat bukan karena takut siksaan dan tidak pula mengharap pahala, tetapi karena mengikuti perintah Allah.
5.      Membiasakan diri bertobat
Setiap manusia sudah seharusnya senantiasa mengingat tobat dan harus tetap tumbuh didalam hati setiap muslim sampai meninggal dunia. Hati setiap muslim wajib senantiasa bergetar di hadapan keagungan Allah Dzat yang maha menerima taubatnya hambanya. Hati setiap muslim harus senantiasa memperhatikan dan meneliti kesalahan dan dosa, sehingga tidak terulang kembali. Seorang mu’min tidak boleh kehilangan tongkat dua kali dan tidak boleh jatuh pada lobang sama dua kali.
Jika seorang bertobat dari dosanya dengan tobat yang sesungguhnya maka tidak ubahnya dia seperti orang yang tidak mempunyai dosa. Setelah bertobat, seseorang tidak ubahnya seperti bayi yang baru lahir dari ibunya. Manusia harus yakin bahwa bila seseorang melakukan dosa yang banyak, dan pada saat yang sama mengurungkan niat untuk bertobat dan mengatakan bahwa Allah tidak akan mengampuninya, maka justru perkataanya ini merupakan dosa yang besar yang mendekati batas kekufuran.
Oleh karena itu, seberapapun besar dosa seseorang, walaupun menyamai buih di lautan lalu dia bertobat dari dosanya dan memperbaiki dirinya, serta bergetar hatinya dan menyesali apa yang telah dilakukan, maka pasti Allah swt mengampuninya. Sebuah syair berbunyi,” kembalilah kepada-Ku bagaimanapun juga keadaanmu seandainya engkau seorang kafir atau menyembah berhala, kembalilah.” Pintu kami ini bukanlah pintu keputusasaan, sekalipun engkau telah menghancurkan tobatmu hingga seratus kali, kembalilah. “ sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat.” Artinya, bahwa allah swt menyukai seseorang yang bertobat, meskipun dia telah merusak tobatnya sebelumnya.

http://dunia-blajar.blogspot.co.id

Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan



SUMBER : https://www.google.co.id
Membandingkan adalah usaha menemukan persamaan dan perbedaan antara dua buah benda, pernyataan, dan lain sebagainya. Sedangkan mengurutkan adalah proses merangkai benda atau apapun yang dapat diragkai dalam urutan tertentu. Beberapa bilangan dapat diurutkan, namun sebelum dapat mengurutkan bilangan maka siswa harus mampu membandingan antara bilangan satu dengan lainnya agar dapat mengurutkan bilangan dengan baik.
1. Membandingkan bilangan

Jambu lebih sedikit daripada apel, yakni 4 berbanding 5
Pada pembahasan membandingkan bilangan akan diawali dengan membaca dan menulis bilangan. Pertemuan sebelumnya anak telah belajar bilangan hingga ratusan, maka pada materi ini anak akan belajar bilangan sampai ribuan. Hal pertama yang harus anak ketahui adalah cara membaca dan menulis bilangan. Perhatikan cara membaca bilangan dibawah ini:
a. 7.540 dibaca tujuh ribu lima ratus empat puluh.
b. 87.635 dibaca delapan puluh tujuh ribu enam ratus tiga puluh lima.
c. 698.742 dibaca enam ratus sembilan puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh dua.
Selanjutnya menulis lambang bilangan.
a. Delapan ribu empat ratus tujuh ditulis 8.407.
b. Lima belas ribu enam ratus tiga puluh satu ditulis 15.631.
c. Dua ratus empat puluh lima ribu tiga ratus tujuh puluh sembilan ditulis 245.379.
Setelah siswa paham serta dapat membaca dan menulis bilangan, langkah selanjutnya adalah menentukan nilai tempat. Suatu bilangan tentu memiliki nilai tempat. Perhatikan nilai tempat pada bilangan berikut ini:
5 6 3. 7 2 8
563. 728
Nilai Tempat
5
Ratusan ribu
6
Puluhan ribu
3
Ribuan
7
Ratusan
2
Puluhan
8
Satuan
Nilai tempat pada bilangan diatas jika ditulis dalam bentuk panjang adalah sebagai berikut:
563. 728 = 500.000 + 60.000 + 3.000 + 700 + 20 + 8
Kemudian selanjutnya membandingkan bilangan, untuk membandingkan bilangan perlu memperhatikan urutan nilai tempat terbesar. Jika nilainya sama, maka bandingkan nilai tempat selanjutnya, yaitu:
a. Urutan nilai tempat ratusan ribu
b. Urutan nilai tempat puluhan ribu
c. Urutan nilai tempat ribuan
d. Urutan nilai tempat ratusan
e. Urutan nilai tempat puluhan
f. Urutan nilai tempat satuan
Perhatikan contoh berikut ini:
4.560 > 3.479 karena nilai tempat terbesar ribuan, yaitu 4 > 3
14.289 < 14.399 karena nilai tempat terbesar ratusan, yaitu 2 < 3
765.800 = 765.800 karena semua angka pada setiap nilai tempat sama.

Karya : Siti Putri Indriani
http://www.tintapendidikanindonesia.com

OPERASI HITUNG DALAM SOAL CERITA




sumber : https://www.google.co.id

1.      Perhatikan soal secara seksama kemudian ubah soal cerita yang ada ke dalam bentuk soal angka
2.      Kerjakan soal sesuai dengan urutan langkah pengerjaan operasi hitung
Contoh :
1.      Dita mempunyai pensil sebanyak 12 kotak. Setiap kotak berisi 5 buah pensil. Semua pensil yang Dita punya tersebut dibagikan untuk acara amal kepada 30 yatim piatu. Maka setiap yatim piatu mendapat …. Pensil.
Jawab :
12 kotak dengan setiap kotak berisi 5 buah pensil = 12 x 5
Dibagikan 30 anak yatim piatu = : 30
Jadi, 12 x 5 : 30 = 60 : 30 = 2
Maka setiap anak mendapatkan pensil sejumlah 2 buah
Tips :
-          Tandailah angka-angka dalam soal cerita supaya lebih mudah mengubahnya dalam bentuk soal angka
-          Sering-seringlah berlatih dengan berbagai macam soal cerita yang berbeda

http://sdnbendo.blogspot.co.id

simbol nada dan tempo lagu







sumber : https://www.google.co.id

Ritme adalah pengulangan secara terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.
Kata Ritme berasal dari bahasa Yunani “Rhythmos” yang dikenl juga dengan sebutan irama. Terbentuk dari suara dan diam yang digabungkan dan kemudian membentuk pola suara yang berulang-ulang.
Ritme dapat diperolah dengan beberapa cara yakni :
  • Repetisi : Melalui pengulangan bentuk.
  • Variasi : Melalui penyelangan dan pergantian.
  • Progresi atau gradasi : suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin mengecil.
  • Kontinu : Melalui gerak garis kesinambungan.

Unsur lain terkait dengan Ritme

Terdapat beberapa unsur dalam lagu yang juga sangat erat kaitannya dengan ritme antara lain :
Nada
Pengertian nada ialah suatu bunyi yang memiliki getaran yang teratur. Nada terbagi menjadi dua yakni tinggi rendah, dan panjang pendek.
Warna dari sebuah nada dapat dilukiskan dengan notasi. Notasi terbagi menjadi dua yakni notasi angka dan notasi balok. Dengan notasi kita dapat membaca, menulis dan menyanyikan sebuah lagu.
Melodi
Pengertian melodi yakni rangkaian sejumlah nada yang berdasarkan pada perbedaan tinggi rendah dan naik turun.
Setiap daerah memiliki musik dengan melodi dan ciri khas yang berbeda-beda. Biasanya hal tersebut dapat mengartikan sebuah karakter dan laras yang digunakan.
Harmoni
Harmoni merupakan keselarasan paduan bunyi. Sebuah harmoni meliputi susunan, peranan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk keseluruhan.
Tempo
Tempo adalah cepat atau lambatnya sebuah lagu. Ukuran dari sebuah tempo adalah beat. Beat sendiri dapat diartikan sebagai ketukan dasar yang menunjukan banyaknya ketukan dalam satu menit.
Dinamik
Dinamik adalah keras lembutnya suatu lagu serta perubahannya.
Tangga Nada
Tangga nada ialah suatu urutan nada yang disusun secara berurutan. Tangga nada terbagi ke dalam dua jenis yakni tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.
Contoh Tangga Nada : do, re, mi, fa , sol, la, si do.
http://www.sumberpengertian.com

kekuatan dan daya tahan otot








sumber : https://www.google.co.id
Kekuatan adalah kemampuan otot tubuh untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Bentuk latihan yang cocok untuk mengembangkan kekuatan, yaitu latihan-latihan tahanan (resistance exersice) di mana kita harus mengangkat, mendorong atau menarik suatu beban. Beban itu bisa anggota tubuh kita sendiri (internal resistance) atau beban dari luar (external resistance). Agar hasilnya baik, latihan tahanan harus maksimal untuk menahan beban tersebut dan beban harus sedikit demi sedikit bertambah berat agar perkembangan otot meningkat. Bentuk latihannya, antara lain mengangkat barbell, dumb-bell, weight training (latihan beban), lempar bola medicine dan latihan dengan alat-alat menggunakan per (spring devices).
     Kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Manfaat kekuatan bagi tubuh adalah:
1. sebagai penggerak setiap aktivitas fisik;
2. sebagai pelindung dari kemungkinan cedera;
3. dengan kekuatan akan membuat orang berlari lebih cepat, melempar atau menendang lebih jauh dan efisien, memukul lebih keras, dan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi- sendi.

A. Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Tubuh Bagian Atas

 1. Push-up (Telungkup Dorong Angkat Badan)
a. Tujuannya adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot lengan.
b. Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Tidur telungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan ujung kaki bertumpu pada lantai.
2) Kedua telapak tangan menapak lantai di samping dada, jari-jari menghadap ke depan, siku ditekuk.
3) Angkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, kepala, badan dan kaki berada dalam satu garis lurus.
4) Badan diturunkan kembali dengan cara menekuk lengan, sementara posisi kepala, badan dan kaki tetap lurus tidak menyentuh lantai.
5) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.
    Latihan ini dilakukan secara bertahap, yaitu 10–15 kali dan 20 kali. Dari tahap ke tahap berikutnya diselingi istirahat ± 30 detik.
2. Pull-up (Gantung Angkat Tubuh)
a. Tujuannya adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot lengan.
b. Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Sikap awal bergantung pada palang tunggal, jarak kedua tangan selebar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke arah kepala, kedua lengan lurus.
2) Angkat tubuh dengan membengkokkan kedua lengan sehingga dagu berada di atas palang.
3) Badan diturunkan kembali dengan cara meluruskan lengan, sementara posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus.
4) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.
    Latihan ini dilakukan secara bertahap, yaitu 10 kali, 15 kali, dan 20 kali. Setiap tahap diselingi waktu ± 30 detik.
3. Latihan Kekuatan Otot Punggung (Back-up)
a. Tujuannya adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot punggung.
b. Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Sikap awal: tidur telungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang, kedua tangan dengan jari-jari berkaitan diletakkan di belakang kepala (pergelangan kaki dapat dipegangi teman.
2) Angkat badan ke atas sampai posisi dada dan perut tidak lagi menyentuh lantai, kedua tangan tetap berada di belakang kepala.
3) Badan diturunkan kembali ke sikap awal.
4) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.
     Lakukan secara bertahap dimulai 10 kali, 15 kali, 20 kali, dan seterusnya, serta diselingi istirahat ± 30 menit.

B. Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Tubuh Bagian Bawah
1. Squat Jump

 a. Tujuan adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot tungkai.
b. Cara melakukan gerakan sebagai berikut.
1) Berdiri tegak salah satu kaki di depan, kedua tangan di belakang kepala.
2) Kedua kaki ditekuk sampai pantat menyentuh tumit, badan tetap tegak dan tangan tetap di atas kepala.
3) Meloncat ke atas sampai kedua kaki tergantung lurus.
4) Mendarat dengan menukar posisi kaki yang semula di depan menjadi di belakang, pantat menyentuh tumit.
5) Gerakan dilakukan berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.
6) Gerakan dinyatakan gagal apabila
a) loncatan tidak penuh (kaki tidak tergantung lurus di udara)
b) tangan terlepas dari belakang kepala;
c) posisi kaki tidak ditukar;
d) pantat tidak menyentuh tumit.
    Latihan ini dilakukan secara bertahap, yaitu 10 kali, 15 kali, dan 20 kali. Dari tahap ke tahap berikutnya diselingi istirahat ± 30 detik.
2. Naik Turun Bangku
a. Tujuannya adalah untuk melatih kekuatan dan daya tahan otot tungkai.
b. Cara melakukan sebagai berikut.
1) Berdiri tegak menghadap bangku.
2) Salah satu kaki dinaikkan ke bangku, disusul kaki yang lain.
3) Kaki diturunkan secara bergantian, posisi badan tetap tegak.
4) Gerakan dilakukan berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.
      Pada prinsipnya, latihan kekuatan dan daya tahan adalah gerakan dilakukan dengan berulang-ulang dan dilakukan menurut kemampuan tiap individu.

C. Latihan Kekuatan dan Daya Tahan dalam Bentuk Sirkuit
      Untuk melatih kekuatan dan daya tahan anggota tubu, baik bagian atas maupun bawah dapat dilakukan dalam bentuk sirkuit atau rangkaian latihan.
1. Latihan kekuatan dan daya tahan anggota badan bagian atas dalam bentuk sirkuit adalah sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri dan berlari-lari kecil di tempat, kemudian berlari menuju ke palang tunggal.
b. Berdiri di bawah palang tunggal dengan posisi berdiri tegak dan kedua tangan lurus ke atas.
c. Meloncat dan bergantung pada palang tunggal dengan jarak kedua tangan selebar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke arah kepala.
d. Angkat tubuh dengan membengkokkan kedua lengan sehingga dagu berada di atas palang, kemudian badan diturunkan kembali seperti semula. Lakukan ini sebanyak lima kali.
e. Setelah itu, berjalan ke depan sejauh 3 meter dan lakukan gerakan push-up sebanyak lima kali dan dilanjutkan dengan gerakan back-up sebanyak lima kali.
2. Latihan kekuatan dan daya tahan anggota badan bagian bawah dalam bentuk sirkuit adalah sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri dan berlari-lari kecil di tempat, kemudian berlari menuju ke sebuah bangku.
b. Berdiri tegak menghadap bangku. Salah satu kaki dinaikkan ke atas bangku, disusul kaki yang lain.
c. Kaki diturunkan secara bergantian dengan posisi badan tegak dan kedua tangan di pinggang. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.
d. Kemudian berlarilah ke depan sejauh 3 meter dan lakukan gerakan squat jump sebanyak 10 kali, dan dilanjutkan berjalan kaki ke tempat semula.